foto oleh nibble.id

Tentu hal yang satu merupakan rahasia umum yang sudah banyak diketahui dan dirasakan oleh banyak orang. Ya, ketika kalian memesan nasi padang dan memakannya di restoran tersebut, maka porsi yang disajikan akan lebih sedikit jika dibandingkan dengan kalian membelinya untuk dibawa pulang (dibungkus). Meskipun tidak semua restoran nasi Padang menerapkan hal ini, namun hampir kebanyakan restoran nasi Padang menerapkannya. Lantas mengapa demikian? Jika kalian merupakan penggemar masakan Padang, tentu kalian pernah bertanya-tanya seputar hal ini di dalam hati bukan? Terkait hal ini, Yiha Games akan menjawab rasa penasaran kalian tersebut. Berdasarkan hasil wawancara dengan salah seorang narasumber yang memiliki warisan restoran nasi Padang turun temurun dari leluhurnya, akhirnya mampu menjawab pertanyaan besar ini. Ternyata penyebab porsi nasi Padang yang lebih sedikit jika makan di tempat masih berkaitan erat dengan era penjajahan Belanda pada zaman dahulu loh. Penasaran? Simak terus artikel ini sampai selesai ya.

Penjelasan Mengapa Porsi Nasi Padang Lebih Sedikit Bila Makan di Tempat

Seperti yang sudah dibahas sedikit diatas, penyebab porsi nasi Padang yang lebih sedikit ketika makan ditempat memang berkaitan erat dengan zaman penajajahan Belanda. Berdasarkan hasil wawancara dengan Muhammad Rizky, pria kelahiran 12 Desember 1960 yang merupakan seorang pemilik restoran nasi Padang di daerah Pamulang, Tangerang Selatan itu mengatakan bahwa hal tersebut merupakan sebuah perjuangan. Porsi nasi Padang yang lebih sedikit ketika makan di tempat memang merupakan cara perjuangan yang dilakukan oleh masyarakat kota Padang pada saat penjajahan Belanda.

Para masyarakat kota Padang yang saat itu membuka usaha restoran sepakat untuk memberikan porsi yang sedikit untuk para tentara Belanda yang makan disana. Lalu sisa bagian dari porsi yang dipesan para tentara Belanda tersebut akan disisihkan dan dikumpulkan menjadi satu untuk dibungkus kemudian diberikan secara gratis kepada masyarakat kota Padang yang berjuang untuk memerdekakan negara Indonesia dari jajahan Belanda.

Porsi bungkusan nasi Padang yang dikumpulkan dari setiap pesanan tentara Belanda tersebut sangatlah banyak, mengingat tentara Belanda yang menduduki Indonesia juga sangat banyak. Sehingga satu bungkus nasi Padang saja bisa dimakan untuk 2 hingga 3 orang pejuang kemerdekaan di kota Padang, menarik bukan? Muhammad Rizky sendiri sudah mengetahui hal ini sejak ia masih kecil, sebab semasa hidupnya, kakek buyut Rizky sering menceritakan kisah ini kepadanya. Kakek buyut Rizky sendiri merupakan salah satu orang yang turut memperjuangkan kemerdekaan dengan cara ini.

Lalu yang menjadi pertanyaannya adalah, sekarang sudah bukan lagi zaman penjajahan Belanda, namun mengapa hal ini masih diterapkan? Menurut Rizky, setelah Belanda sudah berhasil diusir dari Tanah Air, hal tersebut berubah menjadi tradisi dan ciri khas restoran Padang, sehingga para leluhurnya berpesan untuk terus melestarikan ciri khas tersebut. Nahh, jadi sekarang kalian sudah tahu kan penyebab porsi nasi Padang lebih sedikit jika makan ditempat, dan lebih banyak ketika dibungkus. Jadi jika ada teman atau kerabat kalian yang masih bingung terakit hal ini, kalian bisa menjelaskan kepadanya terkait hal tersebut.