Acara Kapal ApiAcara Kapal Api, adalah satu dari sekian banyak acara promosi yang kami dukung. Rangkaian acara ini, diadakan untuk memperkuat dan memaintain brand images Kopi Kapal Api, maklum saja, meskipun sudah terkenal seantero Indonesia, Kopi Kapal Api juga punya kompetitor yang gencar melakukan aktivitas promosi, dan secara nggak langsung, aktivitas promosi yang dilakukan oleh brand lain, ikut berpengaruh juga dalam penjualan. Nah, apa saja gimmick yang dipergunakan di acara ini ? Bagaimana Kopi Kapal Api membuat acara yang seru, menarik dan membuat banyak orang datang ?

Kopi Kapal Api menggunakan beberapa gimmick di acara ini untuk membuatnya jadi lebih menarik, berkesan dan menciptakan interaksi, menghadirkan pengalaman dengan target market-nya dalam sebuah suasana yang menghibur. Dalam dunia marketing sendiri, gimmick adalah salah satu strategi pemasaran suatu produk, melalui cara – cara yang tidak biasa agar menarik, brand cepat dikenal, atau mudah diingat oleh target market. Gimmick juga bisa merujuk pada fitur produk yang menjadikannya lebih menarik. Kalau dalam dunia TV, gimmick dibuat untuk menarik perhatian pemirsa dengan cepat.

Salah satu gimmick yang dilakukan di acara ini adalah dengan menghadirkan aktivitas bermain, berkompetisi, melalui permainan ketangkasan Bull Riding. Target market yang datang ke acara ini, akan disuguhi product bundling yang harus mereka beli sebagai tiket untuk ikut dalam permainan kompetisi ini. Karena sifatnya kompetisi, maka ada standarisasi aturan khususnya mengenai score dari permainan yang dipergunakan. Aturannya sederhana, peserta yang ikut dalam kompetisi ini, hanya cukup bertahan di atas banteng, maksimal 180 detik, tanpa jatuh. Batas waktu ini, sekilas terlihat sebentar, dan sebenarnya, memang sebentar. Namun, tantangan untuk bertahan selama waktu yang sebentar itu, ternyata nggak mudah. Sudah banyak yang terjatuh dibawah 120 detik. Dan karena banyak yang terjatuh, bahkan jauh sebelum waktu yang ditentukan, maka, ada banyak orang yang merasa penasaran untuk mencoba lagi, dan kabar baiknya, dengan mereka mencoba lagi, berarti mereka perlu membeli bundling product sebagai tiketnya.

Secara sederhana, gimmick model ini, sudah banyak dipergunakan untuk membantu terciptanya penjualan pada acara – acara promosi, meskipun sebenarnya, bukan menjual dalam jumlah banyak yang menjadi fokus dari tujuan diadakannya acara, karena lebih ke arah me-maintain brand product. Tapi nggak salah juga, kalau akhirnya tercipta penjualan dalam jumlah banyak, sehingga mungkin bisa menutupi sebagian kecil biaya yang dikeluarkan untuk mengadakan acara. Sepakat nggak ?